Kahuripan-Warta Unair
Perjuangan anak
manusia mendaki gunung selalu meninggalkan kisah yang selalu
menginspirasi, seperti kisah nyata perjalanan lima sahabat mendaki
gunung semeru yang diangkat ke layar lebar dalam film 5 cm. Film yang
diadaptasi dari novel bestseller ‘5 cm’ karya Donny Dhirgantoro
tersebut, Senin (19/11) mengadakan roadshow di Aula Kahuripan
Universitas Airlangga.
Roadshow tersebut
dihadiri oleh penulis 5 cm Donny Dirgantoro, Promotion Manager PT.
Soraya Intercine Films Bunda Dewi serta tiga tokoh utama dalam film
tersebut, Fedi Nuril (Genta), Herjunot Ali (Zafran) dan Raline Shah
(Riani). Acara itu digelar oleh Gerakan Mahasiswa Surabaya (GMS) dan
sejumlah ormawa Unair juga ikut memeriahkan roadshow tersebut antara
lain dari Unit Kegiatan Mahasiswa Wanala, Tari Saman FKG dan Paduan
Suara Fisip Unair.
Pengalaman syuting
para pemain film 5 cm di gunung ternyata meninggalkan beragam cerita dan
pelajaran hidup. “Saya belum pernah naik gunung sebelumnya, sangat
shock ketika diberitahu harus syuting di Mahameru. Sampai di sana
kedinginan bukan main, sampai harus memakai jaket berlapis-lapis,”
ungkap Herjunot Ali, yang mengaku tidak mandi selama 17 hari proses
syuting.
Berbeda dengan
Junot, Fedi Nuril yang pernah beberapa kali mendaki gunung mengaku
cukup mudah beradaptasi. “Selama proses syuting adegan yang paling
‘menyiksa’ adalah ketika harus dijemur delapan jam, untuk pengambilan
gambar dari helikopter,” ungkap Fedi.
Pengalaman susah,
senang, seru dan unik mereka terbayar ketika sampai di puncak Mahameru.
“Setelah berhasil mencapai puncak, Denny Sumargo yang berperan sebagai
Arial, dan Igor Saykoji yang berperan sebagai Ian adalah dua orang yang
paling emosional, karena harus berjuang lebih untuk mencapai puncak,”
ungkap Fedi Nuril, Denny sempat jatuh dan pingsan, sedangkan Igor tidak
menyerah mendaki puncak dengan bantuan porter, walau fisiknya sudah
tidak mampu. “Sampai kapan pun pengalaman syuting di Mahameru ini dan
orang-orangnya bakal tak terlupakan,” ujar Fedi.
Begitul pula dengan
Herjunot Ali, karakter nyentrik Zafran yang diperankannya dalam film 5
cm juga turut membuatnya terinspirasi. “Lakukan apa suka dan mau kamu
lakukan, bukan apa yang, kata orang, harus kamu lakukan,” ungkapnya.
Sementara,
pernyataan senada juga terlontar dari mulut eks pendaki puncak tertinggi
benua Eropa dari UKM Wanala Unair. Evandra (FEB) yang mendaki Gunung
Elbrus bersama tim Ekspedisi Wanala Unair tahun lalu itu membenarkan apa
yang dikatakan Soe Hok Gie bahwa pendakian gunung adalah salah bentuk
cinta tanah air. “Saat di puncak barat Gunung Elbrus kami mengibarkan
merah putih dan menyanyikan Indonesia Raya dengan sesenggukan, karena
terharu,” kenangnya.
Film 5 cm mengalami
proses kreatif yang sangat panjang. “Menemukan rumah produksi yang mau
melakukan syuting di Mahameru itu bukan halnya mudah. Padahal bagain
penting dari cerita ini adalah Mahameru, dan saya tidak mau itu hilang,”
ujar Donny Dirgantoro.
Setelah pencarian
rumah produksi dan penulisan skenario, “Proses casting juga memakan
waktu cukup lama, dua tahun untuk menemukan pemain film yang tepat untuk
5 cm,” ungkap Bunda Dewi. Proses syuting film yang disutradarai oleh
Rizal Mantovani ini berjalan selama tiga bulan pada awal Juni 2012 lalu,
setelah tiga bulan proses reading. Bagian menatang dari pembuatan film
ini adalah ketika harus syuting selama 17 hari di Mahameru.
Bagi Donny sang
penulis, film 5 cm ini tidak ternilai dengan apapun juga, tidak bisa
diberi poin dengan hitungan 1-10. “Karena semuanya merupakan bagian dari
proses yang luar biasa untuk Indonesia,” tutup Donny.
Film 5 cm berkisah
tentang perjalanan lima sahabat, Genta (Fedi Nuril), Zafran (Herjunot
Ali), Arial (Denny Sumargo), Ian (Igor 'Saykoji'), dan Riani (Raline
Shah) serta adik Arial, Adinda (Pevita Pearce) yang mengejar mimpi
mereka sampai ke puncak Mahameru (3676 mdpl) di Gunung Semeru.Yang belum nonton . lebih baik nnton deh. saya rasa di bioskop kesayangan anda masih ada "kayak"nya hahuhauhua :D. kalau saya sendiri sih udah nonton :D 4 Jempol buat film ini (y)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar